DNS Server Pda Redhat 9
Utilitas yang digunakan untuk praktik membangun DNS server adalah Barkelay Internet Name Domain ( BIND ). Bind manyertakan sebuah daemon atau program bernama named, bind merupakan software client server. Software client disebut resolver karena berisikan query-query infomrasi tentang suatu domain dan mengirimkan query tersebut ke server.sedangkan software server bertugas menjawab query dari client. Fedora telah memecah software Bind menjadi beberapa buat paket aplikasi. Untuk melihat apakah fedora telah terinstall bind gunakan perintah berikut :
Langkah – langkah Konfigurasi DNS Server :
1. Cek apakah Fedora telah terinstall Bind, ketikkan perintah berikut:
[root@bandarlampung ~]# rpm -qa | grep bind
Tahap selanjutnya mengkonfigurasi file-file berikut ini :
• Boot script ( /etc/named.conf)
• Zona file (/var/named)
• Resolver ( /etc/resolv.conf)
2. Konfigurasi named.conf
Jika kita menginstall aplikasi bind-chroot maka named.conf akan disimpan di direktori /var/named/chroot/etc/.sedangkan /etc/named.conf hanyalah sorhtcutnya saja. Biasanya file named.conf sudah ada didalam direktori tersebut, namun apabila belum ada kita buat saja sendiri.
[root@bandarlampung ~]# vi /var/named/chroot/etc/named.conf
lalu tekan huruf a ( untuk insert), select semua srcipt yang telah di siapkan di notepad. Copy lalu paste ke dalam file tersebut.
————————————————————————————————————
Berikut script untuk file named.conf
options {
directory “/var/named”;
};
zone “localhost” IN {
type master;
file “localhost.zone”;
allow-update { none; };
};
zone “0.0.127.in-addr.arpa” IN {
type master;
file “named.local”;
allow-update { none; };
};
zone “go.id” IN {
type master;
file “go.id.db”;
};
zone “0.168.192.in-addr.arpa” IN {
type master;
file “go.id.rev.db”;
};
————————————————————————————————————
Karena kita telah menginstall aplikasi bind-chroot, file named.conf di letakan di direktori /var/named/chroot/etc maka kita harus membuat link / shortcut file ini ke direktori /etc. gunakan perintah berikut ini :
[root@bandarlampung ~]# ln -s /var/named/chroot/etc/named.conf/etc
3. Tahap Selanjutnya Adalah Konfigurasi File Zona.
Kita akan membuat file zona untuk domain dan reverse domain yang sudah di definiskan didalam file named.conf. File zona ibaratnya database bagi server DNS, file zona akan diisi dengan record atau data-data tertentu. Data data atau record yang di gunakan oleh file zone disebut resources record atau RR. Diatas kita sudah menentukan nama untuk file zone go.id dan reverse nya yaitu go.id.db dan go.id.rev.db. Lokasinya telah ditentukan di direktori /var/named. Namun jika telah menginstall bind-chroot maka kedua file ini harus disimpan di /var/named/chroot/var/named. Kita juga harus membuat link nya ke /var/named/ agar sesuai dengan apa yang telah di definisikan pada named.conf.
4. Langkah-Langkah Membuat File zona net.id.db
Buatlah file go.id.db pada direktori /var/named/chroot/var/named seperti berikut :
[root@bandarlampung ~]# touch /var/named/chroot/var/named/go.id.db
Lalu masukan script go.id.db berikut ini ke file tersebut caranya sama seperti saat kita membuat file named.conf.gunakan editor vi untuk mengedit file go.id.db lalu tekan a, dan paste script nya di file tersebut. Lalu tekan esc :wq! Enter.
[root@bandarlampung ~]# vi /var/named/chroot/var/named/go.id.db
Isi file go.id.db
————————————————————————————————————
$TTL 86400
@ IN SOA bandarlampung.go.id. tari.bandarlampung.go.id. (
2008121000 ; Serial
28800 ; Refresh
14400 ; Retry
3600000 ; Expire
86400 ) ; Minimum
IN NS bandarlampung.go.id.
bandarlampung.go.id. IN A 192.168.0.2
tari.go.id. IN A 192.168.0.85
penguin.go.id. IN A 192.168.0.86
————————————————————————————————————
Karena kita telah menginstall aplikasi bind-chroot, file go.id.db di letakan di direktori /var/named/chroot/var/named/ maka kita harus membuat link / shortcut file ini ke direktori /var/named gunakan perintah berikut ini :
[root@bandarlampung ~]# ln -s /var/named/chroot/var/named/go.id.db/var/named/
1. Berikutnya buat juga file go.id.rev.db.
Caranya sama seperti diatas, namun yang berbeda isi dari script nya.
Buatlah file go.id.rev.db pada direktori /var/named/chroot/var/named seperti berikut:
[root@bandarlampung ~]# touch var/named/chroot/var/named/go.id.rev.db
[root@bandarlampung ~]# vi /var/named/chroot/var/named/go.id.rev.db
Untuk file go.id.rev.db berikut ini adalah isi script nya, isi file go.id.rev.db
————————————————————————————————————
$TTL 86400
@ IN SOA bandarlampung.go.id. tari.bandarlampung.go.id. (
2008121000 ; Serial
28800 ; Refresh
14400 ; Retry
3600000 ; Expire
86400 ) ; Minimum
IN NS bandarlampung.go.id.
2.0.168.192.in-addr.arpa. IN PTR bandarlampung.go.id.
85.0.168.192.in-addr.arpa. IN PTR tari.go.id.
86.0.168.192.in-addr.arpa. IN PTR penguin.go.id.
————————————————————————————————————
6. Selanjutnya kita konfigurasi juga file zone root dan localhost
file zona root dan localhost biasanya sudah disediakan oleh Bind. Namun jika belum ada atau hilang, anda dapat membuatnya sendiri, yang caranya pun sama seperti cara membuat kedua file diatas. Kebetulan di server yang saya buat file tersebut telah disediakan oleh Bind anda bisa melihatnya dengan perintah berikut :
[root@bandarlampung ~]# ls /var/named/chroot/var/named/
Karena sudah ada maka tahap selanjutnya anda hanya tinggal mengedit file tersebut disesuaikan dengan file zona yang telah tadi di buat, adapun caranya hampir sama seperti cara diatas,dan scriptnya adalah sebagai berikut :
[root@bandarlampung ~]# vi /var/named/chroot/var/named/localhost.zone
Amatilah isi file localhost.zone tersebut, lalu samakan dengan script berikut ini. Isi file localhost.zone
————————————————————————————————————
$TTL 86400
@ IN SOA @ root (
2008121000 ; Serial
28800 ; Refresh
14400 ; Retry
3600000 ; Expire
86400 ) ; Minimum
IN NS @
IN A 127.0.0.1
IN AAAA ::1
————————————————————————————————————
Edit juga file named.local
[root@bandarlampung ~]# vi /var/named/chroot/var/named/named.local
Amatilah isi file named.local tersebut lalu samakan dengan script berikut ini. Isi file named.local :
————————————————————————————————————
$TTL 86400
@ IN SOA localhost. root.localhost. (
2008121000 ; Serial
28800 ; Refresh
14400 ; Retry
3600000 ; Expire
86400 ) ; Minimum
IN NS localhost.
1 IN PTR localhost.
————————————————————————————————————
1. Konfigurasi resolv.conf
Selanjutnya kita harus memberitahu resolver tentang keberadaan Server DNS dengan Ip Address 192.168.0.2. edit file /etc/resolv.conf sehingga tampak seperti berikut ini :
[root@bandarlampung ~]# cat /etc/resolv.conf
file /etc/resolv.conf berisi daftar ip address server DNS. File ini akan dibaca oleh komputer resolver komputer server maupun client.
1. Konfigurasi file hosts.conf
file hosts.conf digunakan untuk menentukan urutan proses resolving. Didalam file hosts.conf terdapat argumen sebagai berikut :
[root@bandarlampung ~]# cat /etc/hosts.conf
{order hosts,bind}
Argumen diatas akan menyebabkan proses resolving akan di mulai dari file hosts barulah kemudian DNS, jadi apapun yang ada di dalam hosts akan di baca lebih dahulu oleh resolver. Ubahlah argumen tersebut sehingga menjadi seperti ini :
[root@bandarlampung ~]# vi /etc/hosts.conf
[root@bandarlampung ~]# cat /etc/hosts.conf
{order bind,hosts}
Argumen di atas merupakan kebalikan sebelumnya, resolver akan mencari informasi dari server DNS terlebih dahulu barulah kemudian file hosts.
1. Uji coba Server
Setelah semua langkah-langkah diatas dilakukan, selanjutnya mengaktifkanserver dengan menjalankan service named, gunakan perintah seperti berikut:
[root@bandarlampung ~]# service named restart
Pastikan tidak ada pesan error, kita dapat mengamati prosesnya dengan perintah berikut :
[root@bandarlampung ~]# netstat -an | grep 53
Lakukan pengecekan server dengan perintah nslookup
[root@bandarlampung ~]# nslookup bandarlampung.go.id
Akan muncul seperti ini:
—————————————————————————————————–
Server : 192.168.0.2
Address : 192.168.0.2#53
Name : bandarlampung.go.id
Address : 192.168.0.2
——————————————————————————————————-
Lakukan juga pengecekan zona go.id
[root@bandarlampung ~]# nslookup 192.168.0.2. Maka akan tampil :
—————————————————————————————————-
Server: 192.168.0.2
Address: 192.168.0.2#53
2.0.168.192.in-addr.arpa name=bandarlampung.go.id
—————————————————————————————————–
Lalukan juga pengecekan dari PC dengan perintah ping
C:\Documents and Settings\tari>ping bandarlampung.go.id
Pinging bandarlampung.go.id [192.168.0.2] with 32 bytes of data:
Reply from 192.168.0.2: bytes=32 time<1ms TTL=64
Reply from 192.168.0.2: bytes=32 time<1ms TTL=64
Reply from 192.168.0.2: bytes=32 time<1ms TTL=64
Reply from 192.168.0.2: bytes=32 time<1ms TTL=64
Ping statistics for 192.168.0.2:
Packets: Sent = 4, Received = 4, Lost = 0 (0% loss),
Approximate round trip times in milli-seconds:
Minimum = 0ms, Maximum = 0ms, Average = 0ms
skip to main |
skip to sidebar
:
Pages
Teknik komputer (disebut juga teknik sistem komputer) adalah suatu disiplin khusus yang mengkombinasikan teknik elektro dan ilmu komputer.
Senin, 17 Mei 2010
DNS
DNS
Domain Name Service (DNS)
Setiap host dikenali oleh komputer dengan IP Address-nya. nomer-nomer. Domain Name Serice ditemukan untuk memudahkan manusia dalam mengingat sebuah
hostname.
1. Prinsip Kerja DNS
2. Kenapa Harus Menggunakan DNS?
3. Implementasi Host Table
4. Top Level Domain dan Sub-Domain.
5. Konfigurasi DNS server
• Konfigurasi boot script DNS server
• Konfigurasi Caching-only Server (Konfigurasi minimal)
• Primary dan Secondary server
• Reverse Domain Server
• Konfigurasi Zona File DNS untuk Mapping Host ke IP Address
• Konfigurasi Zona File DNS untuk Reverse Address
• Konfigurasi Cache File
6. Start DNS server
7. Konfigurasi Resolver
8. Menggunakan utility nslookup
9. DNS dan Sendmail
10. Pemeliharaan dan updating data DNS
Prinsip Kerja DNS
Domain Name Service (DNS) merupakan salah satu aplikasi TCP/IP yang dibangun untuk melayani informasi tentang semua host yang terhubung dalam jaringan TCP/IP. Aplikasi ini dimplementsikan dengan menggunakan software Berkeley Internet Name Domain (BIND). Software ini merupakan software client server. Software client disebut resolver yang berisikan queri-queri informasi tentang suatu domain dan mengirimkan queri tersebut ke server. Software server adalah software yang menjawab queri dari client dan akan memberikan informasi sesuai dengan yang diinginkan. Informasi yang disediakan terdiri dari IPaddress, Canonical Name, Mail Exchanger, Informasi Hardware, Sistem Operasi yang digunakan dan Network Service yang disediakan oleh masing-masing host.
Sisi client dari DNS adalah resolver. Apabila ada permintaan dari user untuk melakukan hubungan dengan remote host maka resolver akan mencari IP address dari host yang akan dituju dan mengirimkan queri ke DNS server. Apabila DNS server mempunyai data dari remote host tersebut maka DNS server akan mengirimkannya ke client. Setelah mendapatkan IP address remote host yang dituju, maka host tersebut akan mencari routing ke remote host dan selanjutnya akan membuka hubungan dengan remote host. Resolver juga digunakan untuk aplikasi-aplikasi TCP/IP lainnya seperti FTP (File Transfer Protocol), SMTP (Simple Mail Transfer Protocol), RLOGIN (Remote Login), Finger, PING dll.
Kenapa Harus Menggunakan DNS ?
Setiap host pada jaringan TCP/IP dikenali dari IP addressnya. Setiap host mempunyai IP address yang unik dan IP address tidak tergantung dari antarmuka jaringan dan sistem operasi jaringan.
fungsi nama-nama host di jaringan :
1. Pemeliharaan yang bersifat lokal
2. Data-data host dapat diakses secara global.
3. Manajemen yang bersifat desentralisasi.
4. Updating data bersifat lokal.
5. Tidak ada komputer dengan hostname yang sama di seluruh jaringan.
Konfigurasi DNS Server
DNS Server adalah adalah suatu host yang berfungsi sebagai penyedia informasi tentang seluruh host host di jaringan. Informasi tersebut terdiri dari IP address, Mail server dan Informasi hardware dan sistem operasi masing-masing host.
file-file yang diperlukan untuk menjalankan DNS server adalah :
¨ /etc/named (executable file)
¨ /etc/named.boot (script file) adalah default
¨ zona file.
Konfigurasi boot script DNS Server
•
Pada saat akan menjalankan named maka diperlukan suatu file script untuk menjalankan DNS server. File script ini berisi tentang informasi domain yang ditangani oleh DNS server tersebut. Sebuah DNS server dapat menangani beberapa domain sekaligus. File script default yang digunakan adalah /etc/named.boot.
•
Command yang digunakan pada named.boot ini adalah :
directory -Mendefenisikan directory tempat penyimpanan zona file
primary - Mendeklarasikan DNS server sebagai primary untuk domain tertentu
secondary - Mendeklarasikan DNS server sebagai secondary untuk domain tertentu
cache - Mendefenisikan cache file
forwarders - Mendefenisikan daftar server untuk meneruskan queri dari client
slave - Memfungsikan DNS server hanya menggunakan forwarder
Primary Server dan Secondary Server
Apabila suatu DNS server menangani dan memelihara suatu zona file untuk domain tertentu yang artinya bahwa perubahan host pada domain ini diupdate pada DNS server tersebut, maka DNS server ini disebut sebagai primary server. Misalkan dns.paume.itb.ac.id adalah primary server untuk domain itb.ac.id maka setiap ada penambahan dan perubahan host di domain itb.ac.id harus langsung di update pada zona file itb.ac.id.
Secondary server adalah DNS server yang tidak memelihara langsung zona file dari suatu domain.Secondary server akan mengupdate zona file dari primary server. Proses updating secondary server dari
primary server disebut zona transfer. Secondary server digunakan untuk mengurangi traffic query permintaan ke primary server. Client cukup mengirim query ke secondary server. Setiap ada perubahan pada primary server akan diupdate secara otomatis oleh secondary server.
1.
Reverse Domain Server
Reverse domain biasanya diperlukan untuk menyimpan informasi
ataupun statistik untuk disimpan dalan satu log file. Disamping itu reverse domain juga diperlukan untuk security jaringan (authorization check). Bila menggunakan host table (/etc/hosts) maka pemetaan hostname ke IP address merupakan pemetaan satu ke satu. Resolver akan mencari hostname pada host tabel secara sekuensial.
Konfigurasi Zona File DNS untuk Mapping Host ke IP Address
Zona file menggunakan suatu standard penulisan record untuk penulisan informasi suatu domain. Standard penulisan ini disebut Standard Resource Records.
Standard Resource Records yang digunakan adalah sebagai berikut :
•
Start of Authority Record (SOA)
Fungsi Mendefenisikan hostname yang merupakan awal dari suatu zone. Untuk setiap zone hanya mempunyai sebuah SOA. SOA biasanya dideklarasikan pada awal zona file.
Format [zone] IN SOA origin contact (
serial
refresh
retry
expire
minimum
)
• Komponen SOA record terdiri dari :
zone
contact
2.Name Server Record (NS)
Fungsi NS record merupakan identifikasi authoritative server untuk suatu zona. Authoritative server untuk suatu zona sebaiknya lebih dari satu sebagai tindakan preventif apabila primary master server tidak bisa diakses oleh secondary server.
Format [domain] IN NS server
Komponen Name Server Record
domain Authoritative server untuk domain ini adalah DNS server yang tertulis pada komponen server. server Hostname dari komputer yang merupakan authoritative DNS server untuk domain yang tercantum pada komponen domain. Komponen ini ditulis secara FQDN.
3. Address Record (A)
Fungsi Untuk memetakan hostname ke IP address.
Format [host] IN A address
4. Mail Exchanger Record (MX)
Fungsi MX record digunakan untuk menredirect mail untuk suatu host ataupun suatu domain ke
host yang berfungsi sebagai mail server. MX record sangat berguna untuk suatu domain yang tidak menjalankan mail software. Mail yang ditujukan untuk host-host yang terdapat pada domain ini akan di redirect ke host yang menjalankan mail software.
Format [name] IN MX preference host
5.Canonical Name Record (CNAME)
Fungsi Mendefenisikan alias name atau nickname untuk suatu host.
Format nickname IN CNAME host
6. Well Known Services Record (WKS)
Fungsi Memberikan informasi tentang layanan-layanan yang disediakan oleh tiap-tiap host.Format [host] IN WKS address protocol services
DNS dan Mail
•
Dalam Standard Resource Record terdapat MX (Mail Exchanger) record yang digunakan dalam proses pengiriman electronic mail. Kegunaan MX record dapat dijelaskan sebagai berikut :
Bila suatu remote host akan mengirimkan mail dan remote system tersebut dapat menggunakan MX Record maka remote host akan mencari nilai preference terendah (prioritas tertinggi) MX Record dari host tujuan. Remote host akan berusaha mengirim mail tersebut ke mail server dengan prioritas tertinggi.
•
Apabila host dengan prioritas tertinggi tidak memberikan respon maka remote host akan berusaha mengrim ke mail server dengan prioritas kedua. Apabila proses ini masih gagal maka remote host akanm mencari semua mail server yang ada pada MX record untuk host tersebut. Apabila suatu host tidak mempunyai MX record maka remote host akan berusaha mengirimkan mail langsung ke host tujuan. Hal ini tidak disarankan, karena ada kemungkinan suatu host tidak dapat diakses karena link terputus ataupun sedang dalam kondisi perawatan. sebaiknya setiap host mempunyai MX Record.
Kelebihan DNS
1. Mudah, DNS sangat mudah karena user tidak lagi direpotkan untuk mengingat IP address sebuah komputer, cukup host name.
2. Konsisten, IP address sebuah komputer bisa saja berubah, tapi host name tidak harus berubah.
3. Simple, DNS server mudah untuk dikonfigurasikan (bagi admin).
Kekurangan DNS
1. User tidak dapat menggunakan nama banyak untuk mencari nama domain baik di internet maupun di intranet.
Posted by jaa at 7:23 PM
1 comments:
palma said...
Teori bekerja DNS
Pengelola dari sistem DNS terdiri dari tiga komponen:
1. DNS resolver, sebuah program klien yang berjalan di komputer pengguna, yang membuat permintaan DNS dari program aplikasi.
2. recursive DNS server, yang melakukan pencarian melalui DNS sebagai tanggapan permintaan dari resolver, dan mengembalikan jawaban kepada para resolver tersebut;
3. authoritative DNS server yang memberikan jawaban terhadap permintaan dari recursor, baik dalam bentuk sebuah jawaban, maupun dalam bentuk delegasi (misalkan: mereferensikan ke authoritative DNS server lainnya)
thanks before...
Salam dari kami :
KOMUNITAS PELAJAR ILMU KOMPUTER INDONESIA (MR. AMATEUR)
Domain Name Service (DNS)
Setiap host dikenali oleh komputer dengan IP Address-nya. nomer-nomer. Domain Name Serice ditemukan untuk memudahkan manusia dalam mengingat sebuah
hostname.
1. Prinsip Kerja DNS
2. Kenapa Harus Menggunakan DNS?
3. Implementasi Host Table
4. Top Level Domain dan Sub-Domain.
5. Konfigurasi DNS server
• Konfigurasi boot script DNS server
• Konfigurasi Caching-only Server (Konfigurasi minimal)
• Primary dan Secondary server
• Reverse Domain Server
• Konfigurasi Zona File DNS untuk Mapping Host ke IP Address
• Konfigurasi Zona File DNS untuk Reverse Address
• Konfigurasi Cache File
6. Start DNS server
7. Konfigurasi Resolver
8. Menggunakan utility nslookup
9. DNS dan Sendmail
10. Pemeliharaan dan updating data DNS
Prinsip Kerja DNS
Domain Name Service (DNS) merupakan salah satu aplikasi TCP/IP yang dibangun untuk melayani informasi tentang semua host yang terhubung dalam jaringan TCP/IP. Aplikasi ini dimplementsikan dengan menggunakan software Berkeley Internet Name Domain (BIND). Software ini merupakan software client server. Software client disebut resolver yang berisikan queri-queri informasi tentang suatu domain dan mengirimkan queri tersebut ke server. Software server adalah software yang menjawab queri dari client dan akan memberikan informasi sesuai dengan yang diinginkan. Informasi yang disediakan terdiri dari IPaddress, Canonical Name, Mail Exchanger, Informasi Hardware, Sistem Operasi yang digunakan dan Network Service yang disediakan oleh masing-masing host.
Sisi client dari DNS adalah resolver. Apabila ada permintaan dari user untuk melakukan hubungan dengan remote host maka resolver akan mencari IP address dari host yang akan dituju dan mengirimkan queri ke DNS server. Apabila DNS server mempunyai data dari remote host tersebut maka DNS server akan mengirimkannya ke client. Setelah mendapatkan IP address remote host yang dituju, maka host tersebut akan mencari routing ke remote host dan selanjutnya akan membuka hubungan dengan remote host. Resolver juga digunakan untuk aplikasi-aplikasi TCP/IP lainnya seperti FTP (File Transfer Protocol), SMTP (Simple Mail Transfer Protocol), RLOGIN (Remote Login), Finger, PING dll.
Kenapa Harus Menggunakan DNS ?
Setiap host pada jaringan TCP/IP dikenali dari IP addressnya. Setiap host mempunyai IP address yang unik dan IP address tidak tergantung dari antarmuka jaringan dan sistem operasi jaringan.
fungsi nama-nama host di jaringan :
1. Pemeliharaan yang bersifat lokal
2. Data-data host dapat diakses secara global.
3. Manajemen yang bersifat desentralisasi.
4. Updating data bersifat lokal.
5. Tidak ada komputer dengan hostname yang sama di seluruh jaringan.
Konfigurasi DNS Server
DNS Server adalah adalah suatu host yang berfungsi sebagai penyedia informasi tentang seluruh host host di jaringan. Informasi tersebut terdiri dari IP address, Mail server dan Informasi hardware dan sistem operasi masing-masing host.
file-file yang diperlukan untuk menjalankan DNS server adalah :
¨ /etc/named (executable file)
¨ /etc/named.boot (script file) adalah default
¨ zona file.
Konfigurasi boot script DNS Server
•
Pada saat akan menjalankan named maka diperlukan suatu file script untuk menjalankan DNS server. File script ini berisi tentang informasi domain yang ditangani oleh DNS server tersebut. Sebuah DNS server dapat menangani beberapa domain sekaligus. File script default yang digunakan adalah /etc/named.boot.
•
Command yang digunakan pada named.boot ini adalah :
directory -Mendefenisikan directory tempat penyimpanan zona file
primary - Mendeklarasikan DNS server sebagai primary untuk domain tertentu
secondary - Mendeklarasikan DNS server sebagai secondary untuk domain tertentu
cache - Mendefenisikan cache file
forwarders - Mendefenisikan daftar server untuk meneruskan queri dari client
slave - Memfungsikan DNS server hanya menggunakan forwarder
Primary Server dan Secondary Server
Apabila suatu DNS server menangani dan memelihara suatu zona file untuk domain tertentu yang artinya bahwa perubahan host pada domain ini diupdate pada DNS server tersebut, maka DNS server ini disebut sebagai primary server. Misalkan dns.paume.itb.ac.id adalah primary server untuk domain itb.ac.id maka setiap ada penambahan dan perubahan host di domain itb.ac.id harus langsung di update pada zona file itb.ac.id.
Secondary server adalah DNS server yang tidak memelihara langsung zona file dari suatu domain.Secondary server akan mengupdate zona file dari primary server. Proses updating secondary server dari
primary server disebut zona transfer. Secondary server digunakan untuk mengurangi traffic query permintaan ke primary server. Client cukup mengirim query ke secondary server. Setiap ada perubahan pada primary server akan diupdate secara otomatis oleh secondary server.
1.
Reverse Domain Server
Reverse domain biasanya diperlukan untuk menyimpan informasi
ataupun statistik untuk disimpan dalan satu log file. Disamping itu reverse domain juga diperlukan untuk security jaringan (authorization check). Bila menggunakan host table (/etc/hosts) maka pemetaan hostname ke IP address merupakan pemetaan satu ke satu. Resolver akan mencari hostname pada host tabel secara sekuensial.
Konfigurasi Zona File DNS untuk Mapping Host ke IP Address
Zona file menggunakan suatu standard penulisan record untuk penulisan informasi suatu domain. Standard penulisan ini disebut Standard Resource Records.
Standard Resource Records yang digunakan adalah sebagai berikut :
•
Start of Authority Record (SOA)
Fungsi Mendefenisikan hostname yang merupakan awal dari suatu zone. Untuk setiap zone hanya mempunyai sebuah SOA. SOA biasanya dideklarasikan pada awal zona file.
Format [zone] IN SOA origin contact (
serial
refresh
retry
expire
minimum
)
• Komponen SOA record terdiri dari :
zone
contact
2.Name Server Record (NS)
Fungsi NS record merupakan identifikasi authoritative server untuk suatu zona. Authoritative server untuk suatu zona sebaiknya lebih dari satu sebagai tindakan preventif apabila primary master server tidak bisa diakses oleh secondary server.
Format [domain] IN NS server
Komponen Name Server Record
domain Authoritative server untuk domain ini adalah DNS server yang tertulis pada komponen server. server Hostname dari komputer yang merupakan authoritative DNS server untuk domain yang tercantum pada komponen domain. Komponen ini ditulis secara FQDN.
3. Address Record (A)
Fungsi Untuk memetakan hostname ke IP address.
Format [host] IN A address
4. Mail Exchanger Record (MX)
Fungsi MX record digunakan untuk menredirect mail untuk suatu host ataupun suatu domain ke
host yang berfungsi sebagai mail server. MX record sangat berguna untuk suatu domain yang tidak menjalankan mail software. Mail yang ditujukan untuk host-host yang terdapat pada domain ini akan di redirect ke host yang menjalankan mail software.
Format [name] IN MX preference host
5.Canonical Name Record (CNAME)
Fungsi Mendefenisikan alias name atau nickname untuk suatu host.
Format nickname IN CNAME host
6. Well Known Services Record (WKS)
Fungsi Memberikan informasi tentang layanan-layanan yang disediakan oleh tiap-tiap host.Format [host] IN WKS address protocol services
DNS dan Mail
•
Dalam Standard Resource Record terdapat MX (Mail Exchanger) record yang digunakan dalam proses pengiriman electronic mail. Kegunaan MX record dapat dijelaskan sebagai berikut :
Bila suatu remote host akan mengirimkan mail dan remote system tersebut dapat menggunakan MX Record maka remote host akan mencari nilai preference terendah (prioritas tertinggi) MX Record dari host tujuan. Remote host akan berusaha mengirim mail tersebut ke mail server dengan prioritas tertinggi.
•
Apabila host dengan prioritas tertinggi tidak memberikan respon maka remote host akan berusaha mengrim ke mail server dengan prioritas kedua. Apabila proses ini masih gagal maka remote host akanm mencari semua mail server yang ada pada MX record untuk host tersebut. Apabila suatu host tidak mempunyai MX record maka remote host akan berusaha mengirimkan mail langsung ke host tujuan. Hal ini tidak disarankan, karena ada kemungkinan suatu host tidak dapat diakses karena link terputus ataupun sedang dalam kondisi perawatan. sebaiknya setiap host mempunyai MX Record.
Kelebihan DNS
1. Mudah, DNS sangat mudah karena user tidak lagi direpotkan untuk mengingat IP address sebuah komputer, cukup host name.
2. Konsisten, IP address sebuah komputer bisa saja berubah, tapi host name tidak harus berubah.
3. Simple, DNS server mudah untuk dikonfigurasikan (bagi admin).
Kekurangan DNS
1. User tidak dapat menggunakan nama banyak untuk mencari nama domain baik di internet maupun di intranet.
Posted by jaa at 7:23 PM
1 comments:
palma said...
Teori bekerja DNS
Pengelola dari sistem DNS terdiri dari tiga komponen:
1. DNS resolver, sebuah program klien yang berjalan di komputer pengguna, yang membuat permintaan DNS dari program aplikasi.
2. recursive DNS server, yang melakukan pencarian melalui DNS sebagai tanggapan permintaan dari resolver, dan mengembalikan jawaban kepada para resolver tersebut;
3. authoritative DNS server yang memberikan jawaban terhadap permintaan dari recursor, baik dalam bentuk sebuah jawaban, maupun dalam bentuk delegasi (misalkan: mereferensikan ke authoritative DNS server lainnya)
thanks before...
Salam dari kami :
KOMUNITAS PELAJAR ILMU KOMPUTER INDONESIA (MR. AMATEUR)
conto
/etc/bind/named.conf
root@komputer16-desktop:/home/komputer16/bind9# pico /etc/bind/named.conf
// This is the primary configuration file for the BIND DNS server named.
//
// Please read /usr/share/doc/bind9/README.Debian.gz for information on the
// structure of BIND configuration files in Debian, *BEFORE* you customize
// this configuration file.
//
// If you are just adding zones, please do that in /etc/bind/named.conf.local
include "/etc/bind/named.conf.options";
// prime the server with knowledge of the root servers
zone "." {
type hint;
file "/etc/bind/db.root";
};
// be authoritative for the localhost forward and reverse zones, and for
// broadcast zones as per RFC 1912
zone "localhost" {
type master;
file "/etc/bind/db.local";
};
zone "127.in-addr.arpa" {
type master;
file "/etc/bind/db.127";
};
zone "0.in-addr.arpa" {
type master;
file "/etc/bind/db.0";
};
zone "255.in-addr.arpa" {
type master;
file "/etc/bind/db.255";
};
// zone "com" { type delegation-only; };
// zone "net" { type delegation-only; };
// From the release notes:
// Because many of our users are uncomfortable receiving undelegated answers
// from root or top level domains, other than a few for whom that behaviour
// has been trusted and expected for quite some length of time, we have now
// introduced the "root-delegations-only" feature which applies delegation-only
// logic to all top level domains, and to the root domain. An exception list
// should be specified, including "MUSEUM" and "DE", and any other top level
// domains from whom undelegated responses are expected and trusted.
include "/etc/bind/named.conf.local";
Edit file /etc/bind/named.conf
root@komputer16-desktop:/home/komputer16/bind9# pico /etc/bind/named.conf
// This is the primary configuration file for the BIND DNS server named.
//
// Please read /usr/share/doc/bind9/README.Debian.gz for information on the
// structure of BIND configuration files in Debian, *BEFORE* you customize
// this configuration file.
//
// If you are just adding zones, please do that in /etc/bind/named.conf.local
include "/etc/bind/named.conf.options";
// prime the server with knowledge of the root servers
zone "." {
type hint;
file "/etc/bind/db.root";
};
// be authoritative for the localhost forward and reverse zones, and for
// broadcast zones as per RFC 1912
zone "localhost" {
type master;
file "/etc/bind/db.local";
};
zone "127.in-addr.arpa" {
type master;
file "/etc/bind/db.127";
};
zone "0.in-addr.arpa" {
type master;
file "/etc/bind/db.0";
};
zone "255.in-addr.arpa" {
type master;
file "/etc/bind/db.255";
};
//tambahkan baris berikut
zone "coba.com" {
type master;
file "/var/cache/bind/db.coba.com";
};
zone "1.168.192.in-addr.arpa" {
type master;
file "/var/cache/bind/db.17";
};
// zone "com" { type delegation-only; };
// zone "net" { type delegation-only; };
// From the release notes:
// Because many of our users are uncomfortable receiving undelegated answers
// from root or top level domains, other than a few for whom that behaviour
// has been trusted and expected for quite some length of time, we have now
// introduced the "root-delegations-only" feature which applies delegation-only
// logic to all top level domains, and to the root domain. An exception list
// should be specified, including "MUSEUM" and "DE", and any other top level
// domains from whom undelegated responses are expected and trusted.
include "/etc/bind/named.conf.local";
db.local
db.local
edit file /var/cache/bind/db.coba.com
root@ubuntu:~# vim /var/cache/bind/db.coba.com
$TTL 86400
@ IN SOA coba.com. root.coba.com. (
20081122 ;Serial
604800 ;Refresh
86400 ;Retry
2419200 ;Expire
604800 ) ; Negative Cache TTL
IN NS coba.com.
IN A 192.168.1.17
Db.127
db.127
edit file /var/cache/bind/db.17
root@ubuntu:~# vim /var/cache/bind/db.17
$TTL 86400
@ IN SOA coba.com. root. coba.com. (
20081122 ;Serial
604800 ;Refresh
86400 ;Retry
2419200 ;Expire
604800) ; Negative Cache TTL
;
IN NS coba.com.
IN PTR www. coba.com.
root@komputer16-desktop:/home/komputer16/bind9# pico /etc/bind/named.conf
// This is the primary configuration file for the BIND DNS server named.
//
// Please read /usr/share/doc/bind9/README.Debian.gz for information on the
// structure of BIND configuration files in Debian, *BEFORE* you customize
// this configuration file.
//
// If you are just adding zones, please do that in /etc/bind/named.conf.local
include "/etc/bind/named.conf.options";
// prime the server with knowledge of the root servers
zone "." {
type hint;
file "/etc/bind/db.root";
};
// be authoritative for the localhost forward and reverse zones, and for
// broadcast zones as per RFC 1912
zone "localhost" {
type master;
file "/etc/bind/db.local";
};
zone "127.in-addr.arpa" {
type master;
file "/etc/bind/db.127";
};
zone "0.in-addr.arpa" {
type master;
file "/etc/bind/db.0";
};
zone "255.in-addr.arpa" {
type master;
file "/etc/bind/db.255";
};
// zone "com" { type delegation-only; };
// zone "net" { type delegation-only; };
// From the release notes:
// Because many of our users are uncomfortable receiving undelegated answers
// from root or top level domains, other than a few for whom that behaviour
// has been trusted and expected for quite some length of time, we have now
// introduced the "root-delegations-only" feature which applies delegation-only
// logic to all top level domains, and to the root domain. An exception list
// should be specified, including "MUSEUM" and "DE", and any other top level
// domains from whom undelegated responses are expected and trusted.
include "/etc/bind/named.conf.local";
Edit file /etc/bind/named.conf
root@komputer16-desktop:/home/komputer16/bind9# pico /etc/bind/named.conf
// This is the primary configuration file for the BIND DNS server named.
//
// Please read /usr/share/doc/bind9/README.Debian.gz for information on the
// structure of BIND configuration files in Debian, *BEFORE* you customize
// this configuration file.
//
// If you are just adding zones, please do that in /etc/bind/named.conf.local
include "/etc/bind/named.conf.options";
// prime the server with knowledge of the root servers
zone "." {
type hint;
file "/etc/bind/db.root";
};
// be authoritative for the localhost forward and reverse zones, and for
// broadcast zones as per RFC 1912
zone "localhost" {
type master;
file "/etc/bind/db.local";
};
zone "127.in-addr.arpa" {
type master;
file "/etc/bind/db.127";
};
zone "0.in-addr.arpa" {
type master;
file "/etc/bind/db.0";
};
zone "255.in-addr.arpa" {
type master;
file "/etc/bind/db.255";
};
//tambahkan baris berikut
zone "coba.com" {
type master;
file "/var/cache/bind/db.coba.com";
};
zone "1.168.192.in-addr.arpa" {
type master;
file "/var/cache/bind/db.17";
};
// zone "com" { type delegation-only; };
// zone "net" { type delegation-only; };
// From the release notes:
// Because many of our users are uncomfortable receiving undelegated answers
// from root or top level domains, other than a few for whom that behaviour
// has been trusted and expected for quite some length of time, we have now
// introduced the "root-delegations-only" feature which applies delegation-only
// logic to all top level domains, and to the root domain. An exception list
// should be specified, including "MUSEUM" and "DE", and any other top level
// domains from whom undelegated responses are expected and trusted.
include "/etc/bind/named.conf.local";
db.local
db.local
edit file /var/cache/bind/db.coba.com
root@ubuntu:~# vim /var/cache/bind/db.coba.com
$TTL 86400
@ IN SOA coba.com. root.coba.com. (
20081122 ;Serial
604800 ;Refresh
86400 ;Retry
2419200 ;Expire
604800 ) ; Negative Cache TTL
IN NS coba.com.
IN A 192.168.1.17
Db.127
db.127
edit file /var/cache/bind/db.17
root@ubuntu:~# vim /var/cache/bind/db.17
$TTL 86400
@ IN SOA coba.com. root. coba.com. (
20081122 ;Serial
604800 ;Refresh
86400 ;Retry
2419200 ;Expire
604800) ; Negative Cache TTL
;
IN NS coba.com.
IN PTR www. coba.com.
Akhirnya berhasil juga setting DNS di Ubuntu Gutsy
Akhirnya berhasil juga setting DNS di Ubuntu Gutsy, walaupun harus bolak balik warnet dikarenakan saya nggak punya repositorinya. Kebetulan server inherent masih dalam proses perbaikan, makanya nggak bisa apt-get dari repositori lokal. Repot juga kalau nggak punya repositori, harus cari file-file dependensi yang dibutuhkan. Berikut yang dapat saya dokumentasikan.
Langkah-langkah setting DNS menggunakan bind9
1. Install bind9
root@komputer16-desktop:/home/komputer16/bind9# dpkg -i bind9_9.4.1-P1-3ubuntu2_i386.deb
Selecting previously deselected package bind9.
(Reading database ... 89207 files and directories currently installed.)
Unpacking bind9 (from bind9_9.4.1-P1-3ubuntu2_i386.deb) ...
dpkg: dependency problems prevent configuration of bind9:
bind9 depends on libdns32 (= 1:9.4.1-P1-3ubuntu2); however:
Version of libdns32 on system is 1:9.4.1-P1-3.
bind9 depends on libisccfg30 (= 1:9.4.1-P1-3ubuntu2); however:
Version of libisccfg30 on system is 1:9.4.1-P1-3.
bind9 depends on libisc32 (= 1:9.4.1-P1-3ubuntu2); however:
Version of libisc32 on system is 1:9.4.1-P1-3.
bind9 depends on libisccc30 (= 1:9.4.1-P1-3ubuntu2); however:
Version of libisccc30 on system is 1:9.4.1-P1-3.
dpkg: error processing bind9 (--install):
dependency problems - leaving unconfigured
Errors were encountered while processing:
bind9
Ternyata masih memerlukan file dependensi : libdns32, libisccfg30, libisc32, libisccc30. Cari di internet, download. Pastikan file dependensi tersebut untuk Ubuntu Gutsy Gibbon. Install file dependensi tersebut.
root@komputer16-desktop:/home/komputer16/bind9# dpkg -i libdns32_9.4.1-P1-3ubuntu2_i386.deb; dpkg -i libisccfg30_9.4.1-P1-3ubuntu2_i386.deb; dpkg -i libisc32_9.4.1-P1-3ubuntu2_i386.deb; dpkg -i libisccc30_9.4.1-P1-3ubuntu2_i386.deb
(Reading database ... 89247 files and directories currently installed.)
Preparing to replace libdns32 1:9.4.1-P1-3 (using libdns32_9.4.1-P1-3ubuntu2_i386.deb) ...
Unpacking replacement libdns32 ...
Setting up libdns32 (1:9.4.1-P1-3ubuntu2) ...
Processing triggers for libc6 ...
ldconfig deferred processing now taking place
(Reading database ... 89247 files and directories currently installed.)
Preparing to replace libisccfg30 1:9.4.1-P1-3 (using libisccfg30_9.4.1-P1-3ubuntu2_i386.deb) ...
Unpacking replacement libisccfg30 ...
Setting up libisccfg30 (1:9.4.1-P1-3ubuntu2) ...
Processing triggers for libc6 ...
ldconfig deferred processing now taking place
(Reading database ... 89247 files and directories currently installed.)
Preparing to replace libisc32 1:9.4.1-P1-3 (using libisc32_9.4.1-P1-3ubuntu2_i386.deb) ...
Unpacking replacement libisc32 ...
Setting up libisc32 (1:9.4.1-P1-3ubuntu2) ...
Processing triggers for libc6 ...
ldconfig deferred processing now taking place
(Reading database ... 89247 files and directories currently installed.)
Preparing to replace libisccc30 1:9.4.1-P1-3 (using libisccc30_9.4.1-P1-3ubuntu2_i386.deb) ...
Unpacking replacement libisccc30 ...
Setting up libisccc30 (1:9.4.1-P1-3ubuntu2) ...
Processing triggers for libc6 ...
ldconfig deferred processing now taking place
Proses installasi file dependensi selesai. Coba install lagi bind9
root@komputer16-desktop:/home/komputer16/bind9# dpkg -i bind9_9.4.1-P1-3ubuntu2_i386.deb
(Reading database ... 89247 files and directories currently installed.)
Preparing to replace bind9 1:9.4.1-P1-3ubuntu2 (using bind9_9.4.1-P1-3ubuntu2_i386.deb) ...
Unpacking replacement bind9 ...
Setting up bind9 (1:9.4.1-P1-3ubuntu2) ...
Adding group `bind' (GID 120) ...
Done.
Adding system user `bind' (UID 112) ...
Adding new user `bind' (UID 112) with group `bind' ...
Not creating home directory `/var/cache/bind'.
wrote key file "/etc/bind/rndc.key"
* Starting domain name service... bind [ OK ]
bind9 sudah diinstall.
Sudah terinstall. Kalau Anda punya repositorinya, bisa langsung pakai apt-get.
root@komputer16-desktop:/home/komputer16/bind9# apt-get install bind9
2. Pastikan bind9 sudah terinstall. Coba cek. Cuma untuk memastikan.
root@komputer16-desktop:/home/komputer16/bind9# dpkg -l | grep bind9
ii bind9 1:9.4.1-P1-3ubuntu2 Internet Domain Name Server
ii bind9-host 1:9.4.1-P1-3 Version of 'host' bundled with BIND 9.X
ii libbind9-30 1:9.4.1-P1-3 BIND9 Shared Library used by BIND
3. Edit file /etc/resolv.conf
root@komputer16-desktop:/home/komputer16/bind9# pico /etc/resolv.conf
domain enambelas.com
search enambelas.com
nameserver 192.168.1.16
4. Edit file /etc/bind/named.conf
root@komputer16-desktop:/home/komputer16/bind9# pico /etc/bind/named.conf
// This is the primary configuration file for the BIND DNS server named.
//
// Please read /usr/share/doc/bind9/README.Debian.gz for information on the
// structure of BIND configuration files in Debian, *BEFORE* you customize
// this configuration file.
//
// If you are just adding zones, please do that in /etc/bind/named.conf.local
include "/etc/bind/named.conf.options";
// prime the server with knowledge of the root servers
zone "." {
type hint;
file "/etc/bind/db.root";
};
// be authoritative for the localhost forward and reverse zones, and for
// broadcast zones as per RFC 1912
zone "localhost" {
type master;
file "/etc/bind/db.local";
};
zone "127.in-addr.arpa" {
type master;
file "/etc/bind/db.127";
};
zone "0.in-addr.arpa" {
type master;
file "/etc/bind/db.0";
};
zone "255.in-addr.arpa" {
type master;
file "/etc/bind/db.255";
};
//tambahkan baris berikut
zone "enambelas.com" {
type master;
file "/etc/bind/db.enambelas.com";
};
zone "1.168.192.in-addr.arpa" {
type master;
file "/etc/bind/db.192.168.1";
};
// zone "com" { type delegation-only; };
// zone "net" { type delegation-only; };
// From the release notes:
// Because many of our users are uncomfortable receiving undelegated answers
// from root or top level domains, other than a few for whom that behaviour
// has been trusted and expected for quite some length of time, we have now
// introduced the "root-delegations-only" feature which applies delegation-only
// logic to all top level domains, and to the root domain. An exception list
// should be specified, including "MUSEUM" and "DE", and any other top level
// domains from whom undelegated responses are expected and trusted.
include "/etc/bind/named.conf.local";
5. Buat file /etc/bind/db.enambelas.com
root@komputer16-desktop:/home/komputer16/bind9# pico /etc/bind/db.enambelas.com
$TTL 86400
@ IN SOA enambelas.com. root.enambelas.com. (
20081122 ;Serial
604800 ;Refresh
86400 ;Retry
2419200 ;Expire
604800 ) ; Negative Cache TTL
@ IN NS enambelas.com.
@ IN A 192.168.1.16
6. Buat file /etc/bind/db.192.168.1
root@komputer16-desktop:/home/komputer16/bind9# pico /etc/bind/db.192.168.1
$TTL 86400
@ IN SOA enambelas.com. root.enambelas.com. (
20081122 ;Serial
604800 ;Refresh
86400 ;Retry
2419200 ;Expire
604800) ; Negative Cache TTL
;
IN NS enambelas.com.
IN PTR www.enambelas.com.
7. Cek apakah settingan file db.enambelas.com sudah benar?
root@komputer16-desktop:/home# named-checkzone enambelas.com /etc/bind/db.enambelas.com
zone enambelas.com/IN: loaded serial 20081122
OK
8. Cek apakah settingan file db.192.168.1 sudah benar?
root@komputer16-desktop:/home# named-checkzone 192.168.1 /etc/bind/db.192.168.1
zone 192.168.1/IN: loaded serial 20081122
OK
9. Restart service DNS
root@komputer16-desktop:/home/komputer16/bind9# /etc/init.d/bind9 restart
* Stopping domain name service... bind [ OK ]
* Starting domain name service... bind [ OK ]
10. Sudah selesai, sekarang tes dengan perintah dig atau ping
root@komputer16-desktop:/home/komputer16/bind9# dig enambelas.com
; <<>> DiG 9.4.1-P1 <<>> enambelas.com
;; global options: printcmd
;; Got answer:
;; ->>HEADER<<- opcode: QUERY, status: NOERROR, id: 59585
;; flags: qr aa rd ra; QUERY: 1, ANSWER: 1, AUTHORITY: 1, ADDITIONAL: 0
;; QUESTION SECTION:
;enambelas.com. IN A
;; ANSWER SECTION:
enambelas.com. 86400 IN A 192.168.1.16
;; AUTHORITY SECTION:
enambelas.com. 86400 IN NS enambelas.com.
;; Query time: 1 msec
;; SERVER: 192.168.1.16#53(192.168.1.16)
;; WHEN: Sat Nov 22 21:12:31 2008
;; MSG SIZE rcvd: 61
root@komputer16-desktop:/home/komputer16/bind9# ping enambelas.com
PING enambelas.com (192.168.1.16) 56(84) bytes of data.
64 bytes from komputer16-desktop.local (192.168.1.16): icmp_seq=1 ttl=64 time=0.016 ms
64 bytes from komputer16-desktop.local (192.168.1.16): icmp_seq=2 ttl=64 time=0.024 ms
64 bytes from komputer16-desktop.local (192.168.1.16): icmp_seq=3 ttl=64 time=0.025 ms
64 bytes from komputer16-desktop.local (192.168.1.16): icmp_seq=4 ttl=64 time=0.028 ms
64 bytes from komputer16-desktop.local (192.168.1.16): icmp_seq=5 ttl=64 time=0.025 ms
--- enambelas.com ping statistics ---
5 packets transmitted, 5 received, 0% packet loss, time 3998ms
rtt min/avg/max/mdev = 0.016/0.023/0.028/0.006 ms
Selesai sudah settingan bind9. Kalau ada yang salah mohon koreksinya.
Langkah-langkah setting DNS menggunakan bind9
1. Install bind9
root@komputer16-desktop:/home/komputer16/bind9# dpkg -i bind9_9.4.1-P1-3ubuntu2_i386.deb
Selecting previously deselected package bind9.
(Reading database ... 89207 files and directories currently installed.)
Unpacking bind9 (from bind9_9.4.1-P1-3ubuntu2_i386.deb) ...
dpkg: dependency problems prevent configuration of bind9:
bind9 depends on libdns32 (= 1:9.4.1-P1-3ubuntu2); however:
Version of libdns32 on system is 1:9.4.1-P1-3.
bind9 depends on libisccfg30 (= 1:9.4.1-P1-3ubuntu2); however:
Version of libisccfg30 on system is 1:9.4.1-P1-3.
bind9 depends on libisc32 (= 1:9.4.1-P1-3ubuntu2); however:
Version of libisc32 on system is 1:9.4.1-P1-3.
bind9 depends on libisccc30 (= 1:9.4.1-P1-3ubuntu2); however:
Version of libisccc30 on system is 1:9.4.1-P1-3.
dpkg: error processing bind9 (--install):
dependency problems - leaving unconfigured
Errors were encountered while processing:
bind9
Ternyata masih memerlukan file dependensi : libdns32, libisccfg30, libisc32, libisccc30. Cari di internet, download. Pastikan file dependensi tersebut untuk Ubuntu Gutsy Gibbon. Install file dependensi tersebut.
root@komputer16-desktop:/home/komputer16/bind9# dpkg -i libdns32_9.4.1-P1-3ubuntu2_i386.deb; dpkg -i libisccfg30_9.4.1-P1-3ubuntu2_i386.deb; dpkg -i libisc32_9.4.1-P1-3ubuntu2_i386.deb; dpkg -i libisccc30_9.4.1-P1-3ubuntu2_i386.deb
(Reading database ... 89247 files and directories currently installed.)
Preparing to replace libdns32 1:9.4.1-P1-3 (using libdns32_9.4.1-P1-3ubuntu2_i386.deb) ...
Unpacking replacement libdns32 ...
Setting up libdns32 (1:9.4.1-P1-3ubuntu2) ...
Processing triggers for libc6 ...
ldconfig deferred processing now taking place
(Reading database ... 89247 files and directories currently installed.)
Preparing to replace libisccfg30 1:9.4.1-P1-3 (using libisccfg30_9.4.1-P1-3ubuntu2_i386.deb) ...
Unpacking replacement libisccfg30 ...
Setting up libisccfg30 (1:9.4.1-P1-3ubuntu2) ...
Processing triggers for libc6 ...
ldconfig deferred processing now taking place
(Reading database ... 89247 files and directories currently installed.)
Preparing to replace libisc32 1:9.4.1-P1-3 (using libisc32_9.4.1-P1-3ubuntu2_i386.deb) ...
Unpacking replacement libisc32 ...
Setting up libisc32 (1:9.4.1-P1-3ubuntu2) ...
Processing triggers for libc6 ...
ldconfig deferred processing now taking place
(Reading database ... 89247 files and directories currently installed.)
Preparing to replace libisccc30 1:9.4.1-P1-3 (using libisccc30_9.4.1-P1-3ubuntu2_i386.deb) ...
Unpacking replacement libisccc30 ...
Setting up libisccc30 (1:9.4.1-P1-3ubuntu2) ...
Processing triggers for libc6 ...
ldconfig deferred processing now taking place
Proses installasi file dependensi selesai. Coba install lagi bind9
root@komputer16-desktop:/home/komputer16/bind9# dpkg -i bind9_9.4.1-P1-3ubuntu2_i386.deb
(Reading database ... 89247 files and directories currently installed.)
Preparing to replace bind9 1:9.4.1-P1-3ubuntu2 (using bind9_9.4.1-P1-3ubuntu2_i386.deb) ...
Unpacking replacement bind9 ...
Setting up bind9 (1:9.4.1-P1-3ubuntu2) ...
Adding group `bind' (GID 120) ...
Done.
Adding system user `bind' (UID 112) ...
Adding new user `bind' (UID 112) with group `bind' ...
Not creating home directory `/var/cache/bind'.
wrote key file "/etc/bind/rndc.key"
* Starting domain name service... bind [ OK ]
bind9 sudah diinstall.
Sudah terinstall. Kalau Anda punya repositorinya, bisa langsung pakai apt-get.
root@komputer16-desktop:/home/komputer16/bind9# apt-get install bind9
2. Pastikan bind9 sudah terinstall. Coba cek. Cuma untuk memastikan.
root@komputer16-desktop:/home/komputer16/bind9# dpkg -l | grep bind9
ii bind9 1:9.4.1-P1-3ubuntu2 Internet Domain Name Server
ii bind9-host 1:9.4.1-P1-3 Version of 'host' bundled with BIND 9.X
ii libbind9-30 1:9.4.1-P1-3 BIND9 Shared Library used by BIND
3. Edit file /etc/resolv.conf
root@komputer16-desktop:/home/komputer16/bind9# pico /etc/resolv.conf
domain enambelas.com
search enambelas.com
nameserver 192.168.1.16
4. Edit file /etc/bind/named.conf
root@komputer16-desktop:/home/komputer16/bind9# pico /etc/bind/named.conf
// This is the primary configuration file for the BIND DNS server named.
//
// Please read /usr/share/doc/bind9/README.Debian.gz for information on the
// structure of BIND configuration files in Debian, *BEFORE* you customize
// this configuration file.
//
// If you are just adding zones, please do that in /etc/bind/named.conf.local
include "/etc/bind/named.conf.options";
// prime the server with knowledge of the root servers
zone "." {
type hint;
file "/etc/bind/db.root";
};
// be authoritative for the localhost forward and reverse zones, and for
// broadcast zones as per RFC 1912
zone "localhost" {
type master;
file "/etc/bind/db.local";
};
zone "127.in-addr.arpa" {
type master;
file "/etc/bind/db.127";
};
zone "0.in-addr.arpa" {
type master;
file "/etc/bind/db.0";
};
zone "255.in-addr.arpa" {
type master;
file "/etc/bind/db.255";
};
//tambahkan baris berikut
zone "enambelas.com" {
type master;
file "/etc/bind/db.enambelas.com";
};
zone "1.168.192.in-addr.arpa" {
type master;
file "/etc/bind/db.192.168.1";
};
// zone "com" { type delegation-only; };
// zone "net" { type delegation-only; };
// From the release notes:
// Because many of our users are uncomfortable receiving undelegated answers
// from root or top level domains, other than a few for whom that behaviour
// has been trusted and expected for quite some length of time, we have now
// introduced the "root-delegations-only" feature which applies delegation-only
// logic to all top level domains, and to the root domain. An exception list
// should be specified, including "MUSEUM" and "DE", and any other top level
// domains from whom undelegated responses are expected and trusted.
include "/etc/bind/named.conf.local";
5. Buat file /etc/bind/db.enambelas.com
root@komputer16-desktop:/home/komputer16/bind9# pico /etc/bind/db.enambelas.com
$TTL 86400
@ IN SOA enambelas.com. root.enambelas.com. (
20081122 ;Serial
604800 ;Refresh
86400 ;Retry
2419200 ;Expire
604800 ) ; Negative Cache TTL
@ IN NS enambelas.com.
@ IN A 192.168.1.16
6. Buat file /etc/bind/db.192.168.1
root@komputer16-desktop:/home/komputer16/bind9# pico /etc/bind/db.192.168.1
$TTL 86400
@ IN SOA enambelas.com. root.enambelas.com. (
20081122 ;Serial
604800 ;Refresh
86400 ;Retry
2419200 ;Expire
604800) ; Negative Cache TTL
;
IN NS enambelas.com.
IN PTR www.enambelas.com.
7. Cek apakah settingan file db.enambelas.com sudah benar?
root@komputer16-desktop:/home# named-checkzone enambelas.com /etc/bind/db.enambelas.com
zone enambelas.com/IN: loaded serial 20081122
OK
8. Cek apakah settingan file db.192.168.1 sudah benar?
root@komputer16-desktop:/home# named-checkzone 192.168.1 /etc/bind/db.192.168.1
zone 192.168.1/IN: loaded serial 20081122
OK
9. Restart service DNS
root@komputer16-desktop:/home/komputer16/bind9# /etc/init.d/bind9 restart
* Stopping domain name service... bind [ OK ]
* Starting domain name service... bind [ OK ]
10. Sudah selesai, sekarang tes dengan perintah dig atau ping
root@komputer16-desktop:/home/komputer16/bind9# dig enambelas.com
; <<>> DiG 9.4.1-P1 <<>> enambelas.com
;; global options: printcmd
;; Got answer:
;; ->>HEADER<<- opcode: QUERY, status: NOERROR, id: 59585
;; flags: qr aa rd ra; QUERY: 1, ANSWER: 1, AUTHORITY: 1, ADDITIONAL: 0
;; QUESTION SECTION:
;enambelas.com. IN A
;; ANSWER SECTION:
enambelas.com. 86400 IN A 192.168.1.16
;; AUTHORITY SECTION:
enambelas.com. 86400 IN NS enambelas.com.
;; Query time: 1 msec
;; SERVER: 192.168.1.16#53(192.168.1.16)
;; WHEN: Sat Nov 22 21:12:31 2008
;; MSG SIZE rcvd: 61
root@komputer16-desktop:/home/komputer16/bind9# ping enambelas.com
PING enambelas.com (192.168.1.16) 56(84) bytes of data.
64 bytes from komputer16-desktop.local (192.168.1.16): icmp_seq=1 ttl=64 time=0.016 ms
64 bytes from komputer16-desktop.local (192.168.1.16): icmp_seq=2 ttl=64 time=0.024 ms
64 bytes from komputer16-desktop.local (192.168.1.16): icmp_seq=3 ttl=64 time=0.025 ms
64 bytes from komputer16-desktop.local (192.168.1.16): icmp_seq=4 ttl=64 time=0.028 ms
64 bytes from komputer16-desktop.local (192.168.1.16): icmp_seq=5 ttl=64 time=0.025 ms
--- enambelas.com ping statistics ---
5 packets transmitted, 5 received, 0% packet loss, time 3998ms
rtt min/avg/max/mdev = 0.016/0.023/0.028/0.006 ms
Selesai sudah settingan bind9. Kalau ada yang salah mohon koreksinya.
web server
Server web adalah sebuah perangkat lunak server yang berfungsi menerima permintaan HTTP atau HTTPS dari klien yang dikenal dengan browser web dan mengirimkan kembali hasilnya dalam bentuk halaman-halaman web yang umumnya berbentuk dokumen HTML. Server web yang terkenal diantaranya adalah Apache dan Microsoft Internet Information Service (IIS). Apache merupakan server web antar-platform, sedangkan IIS hanya dapat beroperasi di sistem operasi Windows.
Server web juga dapat berarti komputer yang berfungsi seperti definisi di atas
Web server adalah software yang menjadi tulang belakang dari world wide web (www). Web server menunggu permintaan dari client yang menggunakan browser seperti Netscape Navigator, Internet Explorer, Modzilla, dan program browser lainnya. Jika ada permintaan dari browser, maka web server akan memproses permintaan itu kemudian memberikan hasil prosesnya berupa data yang diinginkan kembali ke browser. Data ini mempunyai format yang standar, disebut dengan format SGML (standar general markup language). Data yang berupa format ini kemudian akan ditampilkan oleh browser sesuai dengan kemampuan browser tersebut. Contohnya, bila data yang dikirim berupa gambar, browser yang hanya mampu menampilkan teks (misalnya lynx) tidak akan mampu menampilkan gambar tersebut, dan jika ada akan menampilkan alternatifnya saja. Web server, untuk berkomunikasi dengan client-nya (web browser) mempunyai protokol sendiri, yaitu HTTP (hypertext transfer protocol).
Dengan protokol ini, komunikasi antar web server dengan client-nya dapat saling dimengerti dan lebih mudah. Seperti telah dijelaskan diatas, format data pada world wide web adalah SGML. Tapi para pengguna internet saat ini lebih banyak menggunakan format HTML (hypertext markup language) karena penggunaannya lebih sederhana dan mudah dipelajari. Kata HyperText mempunyai arti bahwa seorang pengguna internet dengan web browsernya dapat membuka dan membaca dokumen-dokumen yang ada dalam komputernya atau bahkan jauh tempatnya sekalipun.
Hal ini memberikan cita rasa dari suatu proses yang tridimensional, artinya pengguna internet dapat membaca dari satu dokumen ke dokumen yang lain hanya dengan mengklik beberapa bagian dari halaman-halaman dokumen (web) itu. Proses yang dimulai dari permintaan webclient (browser), diterima web server, diproses, dan dikembalikan hasil prosesnya oleh web server ke web client lagi dilakukan secara transparan. Setiap orang dapat dengan mudah mengetahui apa yang terjadi pada tiap-tiap proses. Secara garis besarnya web server hanya memproses semua masukan yang diperolehnya dari web clientnya.
Web Server Apache
Apache merupakan web server yang paling banyak dipergunakan di Internet. Program ini pertama kali didesain untuk sistem operasi lingkungan UNIX. Namun demikian, pada beberapa versi berikutnya Apache mengeluarkan programnya yang dapat dijalankan di Windows NT. Apache mempunyai program pendukung yang cukup banyak. Hal ini memberikan layanan yang cukup lengkap bagi penggunanya. Beberapa dukungan Apache :
1. Kontrol Akses.
Kontrol ini dapat dijalankan berdasarkan nama host atau nomor IP
2. CGI (Common Gateway Interface)
Yang paling terkenal untuk digunakan adalah perl (Practical Extraction and Report Language), didukung oleh Apache dengan menempatkannya sebagai modul (mod_perl)
3. PHP (Personal Home Page/PHP Hypertext Processor);
Program dengan metode semacam CGI, yang memproses teks dan bekerja di server. Apache mendukung PHP dengan menempatkannya sebagai salah satu modulnya (mod_php). Hal ini membuat kinerja PHP menjadi lebih baik
4. SSI (Server Side Includes)
Web server Apache mempunyai kelebihan dari beberapa pertimbangan di atas :
1. Apache termasuk dalam kategori freeware.
2. Apache mudah sekali proses instalasinya jika dibanding web server lainnya seperti NCSA, IIS, dan lain-lain.
3. Mampu beroperasi pada berbagai platform sistem operasi.
4. Mudah mengatur konfigurasinya. Apache mempunyai hanya empat file konfigurasi.
5. Mudah dalam menambahkan peripheral lainnya ke dalam platform web servernya.
Fasilitas atau ciri khas dari web server Apache adalah :
1. Dapat dijadikan pengganti bagi NCSA web server.
2. Perbaikan terhadap kerusakan dan error pada NCSA 1.3 dan 1.4.
3. Apache merespon web client sangat cepat jauh melebihi NCSA.
4. Mampu di kompilasi sesuai dengan spesifikasi HTTP yang sekarang.
5. Apache menyediakan feature untuk multihomed dan virtual server.
6. Kita dapat menetapkan respon error yang akan dikirim web server dengan menggunakan file atau skrip.
7. Server apache dapat otomatis berkomunikasi dengan client browsernya untuk menampilkan tampilan terbaik pada client browsernya. Web server Apache secara otomatis menjalankan file index.html, halaman utamanya, untuk ditampilkan secara otomatis pada clientnya.
8. Web server Apache mempunyai level-level pengamanan.
9. Apache mempunyai komponen dasar terbanyak di antara web server lain.
10. Ditinjau dari segi sejarah perkembangan dan prospeknya, Apache web server mempunyai prospek yang cerah. Apache berasal dari web server NCSA yang kemudian dikembangkan karena NCSA masih mempunyai kekurangan di bidang kompatibilitasnya dengan sistim operasi lain. Sampai saat ini, web server Apache terus dikembangkan oleh tim dari apache.org.
11. Performasi dan konsumsi sumber daya dari web server Apache tidak terlalu banyak, hanya sekitar 20 MB untuk file-file dasarnya dan setiap daemonnya hanya memerlukan sekitar 950 KB memory per child.
12. Mendukung transaksi yang aman (secure transaction) menggunakan SSL (secure socket layer).
13. Mempunyai dukungan teknis melalui web.
14. Mempunyai kompatibilitas platform yang tinggi.
15. Mendukung third party berupa modul-modul tambahan.
Server web juga dapat berarti komputer yang berfungsi seperti definisi di atas
Web server adalah software yang menjadi tulang belakang dari world wide web (www). Web server menunggu permintaan dari client yang menggunakan browser seperti Netscape Navigator, Internet Explorer, Modzilla, dan program browser lainnya. Jika ada permintaan dari browser, maka web server akan memproses permintaan itu kemudian memberikan hasil prosesnya berupa data yang diinginkan kembali ke browser. Data ini mempunyai format yang standar, disebut dengan format SGML (standar general markup language). Data yang berupa format ini kemudian akan ditampilkan oleh browser sesuai dengan kemampuan browser tersebut. Contohnya, bila data yang dikirim berupa gambar, browser yang hanya mampu menampilkan teks (misalnya lynx) tidak akan mampu menampilkan gambar tersebut, dan jika ada akan menampilkan alternatifnya saja. Web server, untuk berkomunikasi dengan client-nya (web browser) mempunyai protokol sendiri, yaitu HTTP (hypertext transfer protocol).
Dengan protokol ini, komunikasi antar web server dengan client-nya dapat saling dimengerti dan lebih mudah. Seperti telah dijelaskan diatas, format data pada world wide web adalah SGML. Tapi para pengguna internet saat ini lebih banyak menggunakan format HTML (hypertext markup language) karena penggunaannya lebih sederhana dan mudah dipelajari. Kata HyperText mempunyai arti bahwa seorang pengguna internet dengan web browsernya dapat membuka dan membaca dokumen-dokumen yang ada dalam komputernya atau bahkan jauh tempatnya sekalipun.
Hal ini memberikan cita rasa dari suatu proses yang tridimensional, artinya pengguna internet dapat membaca dari satu dokumen ke dokumen yang lain hanya dengan mengklik beberapa bagian dari halaman-halaman dokumen (web) itu. Proses yang dimulai dari permintaan webclient (browser), diterima web server, diproses, dan dikembalikan hasil prosesnya oleh web server ke web client lagi dilakukan secara transparan. Setiap orang dapat dengan mudah mengetahui apa yang terjadi pada tiap-tiap proses. Secara garis besarnya web server hanya memproses semua masukan yang diperolehnya dari web clientnya.
Web Server Apache
Apache merupakan web server yang paling banyak dipergunakan di Internet. Program ini pertama kali didesain untuk sistem operasi lingkungan UNIX. Namun demikian, pada beberapa versi berikutnya Apache mengeluarkan programnya yang dapat dijalankan di Windows NT. Apache mempunyai program pendukung yang cukup banyak. Hal ini memberikan layanan yang cukup lengkap bagi penggunanya. Beberapa dukungan Apache :
1. Kontrol Akses.
Kontrol ini dapat dijalankan berdasarkan nama host atau nomor IP
2. CGI (Common Gateway Interface)
Yang paling terkenal untuk digunakan adalah perl (Practical Extraction and Report Language), didukung oleh Apache dengan menempatkannya sebagai modul (mod_perl)
3. PHP (Personal Home Page/PHP Hypertext Processor);
Program dengan metode semacam CGI, yang memproses teks dan bekerja di server. Apache mendukung PHP dengan menempatkannya sebagai salah satu modulnya (mod_php). Hal ini membuat kinerja PHP menjadi lebih baik
4. SSI (Server Side Includes)
Web server Apache mempunyai kelebihan dari beberapa pertimbangan di atas :
1. Apache termasuk dalam kategori freeware.
2. Apache mudah sekali proses instalasinya jika dibanding web server lainnya seperti NCSA, IIS, dan lain-lain.
3. Mampu beroperasi pada berbagai platform sistem operasi.
4. Mudah mengatur konfigurasinya. Apache mempunyai hanya empat file konfigurasi.
5. Mudah dalam menambahkan peripheral lainnya ke dalam platform web servernya.
Fasilitas atau ciri khas dari web server Apache adalah :
1. Dapat dijadikan pengganti bagi NCSA web server.
2. Perbaikan terhadap kerusakan dan error pada NCSA 1.3 dan 1.4.
3. Apache merespon web client sangat cepat jauh melebihi NCSA.
4. Mampu di kompilasi sesuai dengan spesifikasi HTTP yang sekarang.
5. Apache menyediakan feature untuk multihomed dan virtual server.
6. Kita dapat menetapkan respon error yang akan dikirim web server dengan menggunakan file atau skrip.
7. Server apache dapat otomatis berkomunikasi dengan client browsernya untuk menampilkan tampilan terbaik pada client browsernya. Web server Apache secara otomatis menjalankan file index.html, halaman utamanya, untuk ditampilkan secara otomatis pada clientnya.
8. Web server Apache mempunyai level-level pengamanan.
9. Apache mempunyai komponen dasar terbanyak di antara web server lain.
10. Ditinjau dari segi sejarah perkembangan dan prospeknya, Apache web server mempunyai prospek yang cerah. Apache berasal dari web server NCSA yang kemudian dikembangkan karena NCSA masih mempunyai kekurangan di bidang kompatibilitasnya dengan sistim operasi lain. Sampai saat ini, web server Apache terus dikembangkan oleh tim dari apache.org.
11. Performasi dan konsumsi sumber daya dari web server Apache tidak terlalu banyak, hanya sekitar 20 MB untuk file-file dasarnya dan setiap daemonnya hanya memerlukan sekitar 950 KB memory per child.
12. Mendukung transaksi yang aman (secure transaction) menggunakan SSL (secure socket layer).
13. Mempunyai dukungan teknis melalui web.
14. Mempunyai kompatibilitas platform yang tinggi.
15. Mendukung third party berupa modul-modul tambahan.
Membuat Virtual Host pada Apache
Membuat Virtual Host pada Apache
July 8th, 2009 admin 4 comments
Menjawab pertanyaan pak didik (Maaf pak baru sempet )
Sebelumnya pastikan paket apache sudah di install, mudah - mudahan nanti ada waktu untuk nulis instalasi Apache pada distro keluarga debian, soalnya pak didik pake keluarga debian, jadi yang buat eksperimenya keluarga debian saja ya ?
Langsung saja, konfigurasi virtual host pada apache ada di
/etc/apache2/sites-available/
secara default lokasi webroot untuk http://localhost/ ada di direktori /var/www, bagaimana kalau kita ingin memindahkan ke direktori laiin ? misalnya ke /home/somat/www/, caranya banyak, misalnya dengan membuat symlink direktori www yang ada di /var/www ke /home/somat/www/ atau cara lain, saya lebih suka cara yang ke dua, yaitu merubah konfigurasi default apache :
1. Buka file /etc/apache2/sites-available/default menggunakan editor teks kesayangan anda,
2. edit baris yang mengandung /var/www/ dengan /home/somat/www/
3. simpan dan reload service apachenya dengan :
$sudo /etc/init.d/apache2 reload
4. Selesai
Selanjutnya, kalau kita ingin buat virtual host bagaimana ? misalnya saya ingin buat virtual host di lokal dengan nama “kpli-pekalongan”, nantinya direktorinya ada di /home/somat/kpli , konsepnya tinggal tambahkan konfigurasinya di /etc/apache2/sites-available/ kemudian buat symlink ke /etc/apace2/sites-enabled/, jadi :
1. buka editor teks kesayangan anda (nano, vim, gedit, atau yang lainya)
2. ketikan :
< VirtualHost 127.0.1.1 >
ServerName kpli-pekalongan
ServerAdmin somat@somat.web.id
DocumentRoot /home/somat/kpli
NameVirtualHost kpli-pekalongan
< Directory /home/somat/kpli >
Options -Indexes
AllowOverride All
Order Allow,Deny
Allow From All
kemudian simpan file tersebut di : /etc/apache2/sites-available/kpli-pekalongan
3. Buat symlink di /etc/apache2/sites-enabled/
$sudo ln -s /etc/apache2/sites-available/kpli-pekalongan /etc/apache2/sites-enabled/kpli-pekalongan
4. Edit file /etc/hosts (supaya kpli-pekalongan di kenali) menggunakan editor teks kesayangan anda. edit pada baris yang terdapat 127.0.1.1 :
127.0.1.1 somat kpli-pekalongan
5. Reload service apache nya
$sudo /etc/init.d/apache2 reload
6. Selesai
Test di browser, http://localhost/ dan juga http://kpli-pekalongan/
Semoga bermanfaat.
Catego
July 8th, 2009 admin 4 comments
Menjawab pertanyaan pak didik (Maaf pak baru sempet )
Sebelumnya pastikan paket apache sudah di install, mudah - mudahan nanti ada waktu untuk nulis instalasi Apache pada distro keluarga debian, soalnya pak didik pake keluarga debian, jadi yang buat eksperimenya keluarga debian saja ya ?
Langsung saja, konfigurasi virtual host pada apache ada di
/etc/apache2/sites-available/
secara default lokasi webroot untuk http://localhost/ ada di direktori /var/www, bagaimana kalau kita ingin memindahkan ke direktori laiin ? misalnya ke /home/somat/www/, caranya banyak, misalnya dengan membuat symlink direktori www yang ada di /var/www ke /home/somat/www/ atau cara lain, saya lebih suka cara yang ke dua, yaitu merubah konfigurasi default apache :
1. Buka file /etc/apache2/sites-available/default menggunakan editor teks kesayangan anda,
2. edit baris yang mengandung /var/www/ dengan /home/somat/www/
3. simpan dan reload service apachenya dengan :
$sudo /etc/init.d/apache2 reload
4. Selesai
Selanjutnya, kalau kita ingin buat virtual host bagaimana ? misalnya saya ingin buat virtual host di lokal dengan nama “kpli-pekalongan”, nantinya direktorinya ada di /home/somat/kpli , konsepnya tinggal tambahkan konfigurasinya di /etc/apache2/sites-available/ kemudian buat symlink ke /etc/apace2/sites-enabled/, jadi :
1. buka editor teks kesayangan anda (nano, vim, gedit, atau yang lainya)
2. ketikan :
< VirtualHost 127.0.1.1 >
ServerName kpli-pekalongan
ServerAdmin somat@somat.web.id
DocumentRoot /home/somat/kpli
NameVirtualHost kpli-pekalongan
< Directory /home/somat/kpli >
Options -Indexes
AllowOverride All
Order Allow,Deny
Allow From All
kemudian simpan file tersebut di : /etc/apache2/sites-available/kpli-pekalongan
3. Buat symlink di /etc/apache2/sites-enabled/
$sudo ln -s /etc/apache2/sites-available/kpli-pekalongan /etc/apache2/sites-enabled/kpli-pekalongan
4. Edit file /etc/hosts (supaya kpli-pekalongan di kenali) menggunakan editor teks kesayangan anda. edit pada baris yang terdapat 127.0.1.1 :
127.0.1.1 somat kpli-pekalongan
5. Reload service apache nya
$sudo /etc/init.d/apache2 reload
6. Selesai
Test di browser, http://localhost/ dan juga http://kpli-pekalongan/
Semoga bermanfaat.
Catego
Membuat Virtual Host dalam APACHE2 di Sistem Operasi UBUNTU
Membuat Virtual Host dalam APACHE2 di Sistem Operasi UBUNTU
November 1st, 2009 wawan 2 comments
hari ini pertama kali saya menggunakan UBUNTU, yang kata kawan-kawan saya barang ini adalah System Operasi yang Sangat GAMPANG configurasinya, semula saya berpikir UBUNTU sangatlah rumit, tapi ternyata, ketika saya mencobanya …. memang SANGAT MUDAH !!
Ok, kali ini saya ingin berbagi sedikit pengetahuan tentang bagaimana membuat Virtual Host dalam package APACHE2 ( Versi terbaru APACHE ).
Saya anggap apache2 telah terinstall dalam box server anda, atau jika belum ketikkan command sudo apt-get install apache2 untuk meng-install apache versi 2 dalam server anda.
Jika suskes terinstall, maka apache akan membentuk direktori tempat file-file konfigurasinya dijalankan. ( /etc/apache2 )
Tulisan saya kali ini tidak akan membahas bagaimana detail konfigurasi yang di lakukan pada apache2, tetapi kita akan membahas bagaimana membuat sebuah Virtual Host pada server apache yang telah terinstall.
Virtual Host merupakan layanan dari Apache, seolah-olah server Apache kita berada pada banyak mesin. Apache mendukung dua tipe virtual host; berdasarkan IP address dan berdasarkan hostname. Perbedaan dari kedua tipe ini adalah ; tipe berdasarkan IP address, kita harus menggunakan 1 ip address untuk 1 virtual host yang akan kita gunakan.dengan kata lain, 1 domain 1 ip address. Sedangkan tipe berdasarkan hostname, kita dapat menggunakan 1 ip address untuk banyak virtual host, dengan kata lain, 1 ip address bisa digunakan untuk banyak domain. ( domain yang ingin di gunakan, terlebih dahulu di pointing ke ip address server anda ).
Berikut adalah langkah-langkah membuat Virtual Host :
1. buat sebuah file yang akan menangani konfigurasi Virtual Host kita pada direktori /etc/apache2/sites-available
cd /etc/apache2/sites-available
touch cyberbox
2. edit file tersebut dan tambahkan konfigurasi Virtual host yang kita kehendaki
nano cyberbox
berikut adalah contoh konfigurasi Virtual Host untuk domain cyberbox.on.web.id
Tampilkan »
Penjelasan :
NameVirtualHost 212.241.214.21 = nama virtual host kita ( masukkan ip anda )
= domain dan listening port yang ingin kita gunakan
DocumentRoot /var/www/html = document ROOT tempat dimana file-file web kita di akses.
save dan keluar dari text editor.
3. Buat file symbolic di direktori /etc/apache2/sites-enabled yang mengarah ke file /etc/apache2/sites-available/cyberbox
sudo a2ensite cyberbox /etc/apache2/sites-available/cyberbox
4. Tambahkah domain yang telah kita set menjadi virtual host di file /etc/hosts
echo “ipaddress domain.com domain” >> /etc/hosts
contoh : echo “212.241.214.21 cyberbox.on.web.id cyberbox” >> /etc/hosts
5. reload server Apache
sudo /etc/init.d/apache2 reload
6. Jika tidak terjadi error, coba akses virtual host yang sudah kita masukkan dengan browses.
http://cyberbox.on.web.id/
Selesai… Anda dapat mendambahkan banyak domain ke dalam server Apache anda.
November 1st, 2009 wawan 2 comments
hari ini pertama kali saya menggunakan UBUNTU, yang kata kawan-kawan saya barang ini adalah System Operasi yang Sangat GAMPANG configurasinya, semula saya berpikir UBUNTU sangatlah rumit, tapi ternyata, ketika saya mencobanya …. memang SANGAT MUDAH !!
Ok, kali ini saya ingin berbagi sedikit pengetahuan tentang bagaimana membuat Virtual Host dalam package APACHE2 ( Versi terbaru APACHE ).
Saya anggap apache2 telah terinstall dalam box server anda, atau jika belum ketikkan command sudo apt-get install apache2 untuk meng-install apache versi 2 dalam server anda.
Jika suskes terinstall, maka apache akan membentuk direktori tempat file-file konfigurasinya dijalankan. ( /etc/apache2 )
Tulisan saya kali ini tidak akan membahas bagaimana detail konfigurasi yang di lakukan pada apache2, tetapi kita akan membahas bagaimana membuat sebuah Virtual Host pada server apache yang telah terinstall.
Virtual Host merupakan layanan dari Apache, seolah-olah server Apache kita berada pada banyak mesin. Apache mendukung dua tipe virtual host; berdasarkan IP address dan berdasarkan hostname. Perbedaan dari kedua tipe ini adalah ; tipe berdasarkan IP address, kita harus menggunakan 1 ip address untuk 1 virtual host yang akan kita gunakan.dengan kata lain, 1 domain 1 ip address. Sedangkan tipe berdasarkan hostname, kita dapat menggunakan 1 ip address untuk banyak virtual host, dengan kata lain, 1 ip address bisa digunakan untuk banyak domain. ( domain yang ingin di gunakan, terlebih dahulu di pointing ke ip address server anda ).
Berikut adalah langkah-langkah membuat Virtual Host :
1. buat sebuah file yang akan menangani konfigurasi Virtual Host kita pada direktori /etc/apache2/sites-available
cd /etc/apache2/sites-available
touch cyberbox
2. edit file tersebut dan tambahkan konfigurasi Virtual host yang kita kehendaki
nano cyberbox
berikut adalah contoh konfigurasi Virtual Host untuk domain cyberbox.on.web.id
Tampilkan »
Penjelasan :
NameVirtualHost 212.241.214.21 = nama virtual host kita ( masukkan ip anda )
DocumentRoot /var/www/html = document ROOT tempat dimana file-file web kita di akses.
save dan keluar dari text editor.
3. Buat file symbolic di direktori /etc/apache2/sites-enabled yang mengarah ke file /etc/apache2/sites-available/cyberbox
sudo a2ensite cyberbox /etc/apache2/sites-available/cyberbox
4. Tambahkah domain yang telah kita set menjadi virtual host di file /etc/hosts
echo “ipaddress domain.com domain” >> /etc/hosts
contoh : echo “212.241.214.21 cyberbox.on.web.id cyberbox” >> /etc/hosts
5. reload server Apache
sudo /etc/init.d/apache2 reload
6. Jika tidak terjadi error, coba akses virtual host yang sudah kita masukkan dengan browses.
http://cyberbox.on.web.id/
Selesai… Anda dapat mendambahkan banyak domain ke dalam server Apache anda.
Followers
Mengenai Saya
My Calender
:
My Clock
My Facebook
Blog Archive
-
▼
2010
(20)
-
▼
Mei
(19)
- salam sejahtera teriring do
- Membuat DNS Pada
- KONFIGURASI DNS SERVER
- Konfigurasi DNS pada Ubuntu Server 7
- Konfigurasi DNS di Ubuntu 7
- Jenis Jenis Catatan DNS
- Install DNS Server Dan Keamanannya
- Instalasi DNS Server di Ubuntu menggunakan Bind9
- DNS Server Pda Redhat 9
- DNS
- conto
- Akhirnya berhasil juga setting DNS di Ubuntu Gutsy
- web server
- Membuat Virtual Host pada Apache
- Membuat Virtual Host dalam APACHE2 di Sistem Opera...
- Membangun Apache Web Server
- Manage VirtualHost
- 4_ok_virtual_host
- 3_ok_webserver
-
▼
Mei
(19)
Copyright 2010 Teknik Komputer Jaringan . Powered by Blogger
Blogger Templates created by Deluxe Templates Wordpress by thebookish